Edukasi Psikologi

Kecanduan  atau  addiction  dalam  kamus  psikologi  diartikan  sebagai  keadaan  bergantung  secara  fisik  terhadap  obat  bius.  Pada  umunya  kecanduan  tersebut  menambah  toleransi  terhadap  suatu  obat  bius, ketergantungan  fisik  dan  psikologis, dan menambah  gejala  pengasingan  diri  dari  masyarakat  apabila  obat  bius  dihentikan.  Kata  kecanduan  (addiction)  biasanya  digunakan  dalam  konteks  klinis  dan  diperhalus  dengan  perilaku  berlebihan.  Konsep  kecanduan  dapat  diterapkan  pada  perilaku  secara  luas  termasuk  kecanduan  teknologi  komunikasi  informasi  seperti  game  online.

Menurut  Tracy  LaQuey, semua  permainan  mengharuskan  ditempuhnya  proses  belajar  yang  sungguh-sungguh  untuk  mengenal  tokoh  dan  keanehan  pemainnya  dan  peraturannya.  Hampir  semua permainan  menimbulkan  kecanduan, beberapa  pemainnya  dapat  menghabiskan  seluruh  waktu  jaganya  untuk  melakukan  permainan  ini.

Menurut  Sarafino  (dalam  Adeonalia, 2002: 15)  kecanduan  sebagai  kondisi  yang dihasilkan  dengan  mengkonsumsi  zat  alami  atau  zat  sintesis  yang  berulang  sehingga orang  menjadi  tergantung  secara  fisik  atau  secara  psikologis.  Ketergantungan  psikologis  berkembang  melalui  proses  belajar  dengan  penggunaan  yang  berulang-ulang.  Ketergantungan   secara   psikologis  adalah  keadaan  individu  yang  merasa  terdorong  menggunakan  sesuatu  untuk  mendapatkan  efek  menyenangkan  yang  dihasilkannya.  Berdasarkan  uraian  di  atas  maka  dapat  disimpulkan  bahwa  kecanduan  adalah  keadaan  bergantung  terhadap  sesuatu  dan  dilakukan  secara  terus  menerus  atau  berulang-ulang  seperti  contoh : zat  alami  atau  zat  sintetis  baik  secara  psikologis  maupun  secara  fisik.

Seperti  kutipan  tulisan  penyebab  dan  ciri  pecandu  internet  yang  dimuat  dalam  sebuah  situs “ruangpsikologi.com” antara  lain:

“Internet Addiction Disorder (IAD)  atau  gangguan  kecanduan  internet  meliputi  segala  macam  hal  yang  berhubungan  dengan  Internet  seperti  jejaring  sosial, email, pornografi, judi online, permainan  internet  online/permainan  internet, chatting dan lain-lain.  Jenis  gangguan  ini  memang  tidak  tercantum  pada  manual  diagnostik  dan  statistic  gangguan mental.  Adiksi  terhadap  internet  terlihat  dari  intensi  waktu  yang  digunakan  seseoarng  untuk  terpaku  di depan  computer  atau  segala  macam  alat  elektronik  yang  memiliki  koneksi  internet, dimana  akibat  banyaknya  waktu  yang  mereka  gunakan  untuk  online membuat  mereka  tidak  peduli  dengan  kehidupan  mereka  yang  terancam  diluar  sana.”    Jadi  kecanduan  permainan  internet  merupakan  jenis  kecanduan  psikologis  seperti  halnya  Internet  Addiction  Disorder  (IAD).

Seperti  kecanduan  lainnya, permainan  internet  (game  online)  telah  menggantikan  teman  dan  keluarga  sebagai  salah  satu  sumber  kesenangan  dalam  kehidupan  emosional  seseorang.  Seorang  yang  kecanduan  menghabiskan  lebih  banyak  waktu  untuk  bermain  permainan  internet  demi  mendapatkan  kesenangan.  Pada  saat  tidak  bisa  bermain  permainan  internet  maka  akan  menyebabkan  kemurungan.  Ketika  seseorang  menghabiskan  waktu  untuk  bermain  permainan  internet, maka  akan  terjadi  gangguan  terutama  kehidupan  sosial, sekolah, dan pekerjaan.  Hal  tersebut  seperti  yang  dijelaskan  oleh  G.S. Hall (1844-1924) seorang sarjana Psikologi Amerika Serikat yang oleh beberapa buku teks disebut sebagai Bapak Psikologi Remaja  bahwa Masa remaja (adolescence): 12-25 tahun, yaitu masa topan-badai (strum and drang), yang mencerminkan kebudayaan modern yang penuh gejolak akibat pertentangan nilai-nilai.


Komentar